Menyajikan Berita dan Info Luar Negeri

Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Dan tentunya kita wajib mengelolanya untuk kepentingan rakyat Indonesia. Selengkapnya...

OSLO, NORWEGIA Baju Malala Sita Perhatian Dunia

MALALA Yousafzai, 17, sedianya akan bertandang ke Oslo, Norwegia, untuk menerima Hadiah Nobel, Rabu (10/12).Namun, ikon perjuangan kebebasan dan pendidikan kaum perempuan itu telah membuat khalayak dunia heboh.

Kenapa? Baju seragam sekolahnya yang dia pakai saat ditembak oleh milisi Taliban dua tahun lalu tengah dipamerkan untuk publik.
Kepastian mengenai pemajangan baju Malala lengkap dengan bercak darah di pameran dikonfirmasi dan diumumkan oleh pihak Nobel Peace Center, pekan lalu.

Seperti yang tertulis di laman Nobel Peace Center, jadwal pameran baju ikon perdamaian asal Pakistan tersebut di Nobel Prize Peace Prize Exhibition akan dilaksanakan sejak 12 Desember hingga akhir tahun.

Pada pameran itu, sejarah dan hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan Malala akan berbagi tempat dengan kisah tentang pemenang Hadiah Nobel Perdamaian lainnya yakni Kailash Satyarthi, 60.

Pria asal India itu adalah aktivis yang lantang membela hak-hak anak-anak yang selama 35 tahun terakhir kerap dirugikan oleh industri perburuhan yang berujung pada perbudakan.

“Seragam sekolah saya sangat penting bagi saya karena ketika saya pergi ke sekolah saya memakainya. Di hari ketika saya diserang, saya sedang mengenakan seragam itu. Saya berjuang untuk mendapatkan hak saya yaitu bersekolah dan untuk mendapatkan pendidikan,“ ungkap Malala mengenai motivasinya memamerkan baju seragam sekolahnya untuk publik, seperti dikutip Time.

“ Mengenakan seragam membuat saya merasa bahwa ya, saya seorang siswa, saya melakukannya benar-benar pada tataran itu. Hal ini adalah bagian penting dari hidup saya. Sekarang saya ingin menunjukkan kepada anak-anak, orang-orang di seluruh dunia.Ini adalah hak saya, ini adalah hak setiap anak, untuk pergi ke sekolah. Hal ini tidak boleh diabaikan,“ tambahnya.

Pemajangan karya dan cerita keduanya tentu memiliki makna simbolis yang amat penting.Maklum, India dan Pakistan adalah dua negara bertetangga yang berseteru selama beberapa dekade terakhir. Setelah nama keduanya diumumkan Komite Nobel, Malala pun berharap pemimpin kedua negara bisa menghadiri acara penganugerahan Hadiah Nobel tersebut.

Malala ditembak di kepala oleh milisi Taliban karena berkeras menyuarakan bahwa anak perempuan serta anak laki-laki memiliki hak yang sama untuk pendidikan. (AFP/ Hym/I-2) Media Indonesia, 10/12/2014, halaman 20
Continue Reading

Negara-Negara Didesak Terima Pengungsi Perang

LEBIH dari 30 lembaga pemerhati kemanusiaan mengajukan permintaan kepada sejumlah negara untuk menampung sekitar 180 ribu dari total pengungsi Suriah. Badan urusan pengungsi PBB memprediksi jumlah orang yang melarikan diri akibat perang di Suriah bisa mencapai 3,6 juta pada akhir 2015.

Menurut Kantor Komisi Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR), sebanyak 3,2 juta pengungsi saat ini sudah terdaftar di negara-negara tetangga Suriah setelah tiga tahun pertempuran berlangsung antara pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad dan kelompok pemberontak.Turki dan Libanon masingmasing menampung lebih dari 1 juta jiwa pengungsi Suriah.

Krisis pengungsi korban perang Suriah itu dijadwalkan dibicarakan secara khusus di Jenewa, Swiss, hari ini. UNHCR meminta sejumlah negara yang tidak mau menerima pengungsi mana pun sejauh ini, seperti negara-negara Teluk dan Amerika Latin, untuk bersikap sedikit terbuka dalam kebijakan pengungsi mereka.

UNHCR juga mengatakan paket bantuan dan dukungan ekonomi akan disediakan bagi negara-negara yang mau membuka pintu untuk menampung sekitar 180 ribu pengungsi. Perang Suriah telah menewaskan sekitar 200 ribu orang.

“Insentif itu juga akan mendorong negara-negara agar membuka perbatasan mereka untuk memastikan warga di Suriah dapat melarikan diri dari konflik, dan berkontribusi untuk keamanan mereka,“ demikian pernyataan UNHCR.

Negara-negara tetangga Suriah termasuk Turki dan Libanon disebut telah menunjukkan kemurahan hati selama tiga setengah tahun, tetapi dampak krisis ini membutuhkan infrastruktur dan pelayanan publik yang lebih besar.

Di tempat lain, tentara Suriah berhasil menangkal serangan yang dilancarkan oleh kelompok Islamic State di bandara militer di Provinsi Deir Ezzor, bagian timur Suriah. “Tentara dan milisi prorezim berhasil menghentikan serangan Islamic State yang menargetkan bandara militer Deir Ezzor,“ ungkap lembaga pemantau perang Suriah.(AFP/Hym/I-1) Media Indonesia, 09/12/2014, halaman 20
Continue Reading

Ditahan Thailand, the Azkals Tetap Yakin

FILIPINA menyia-nyiakan peluang bermain di kandang saat menjamu Thailand pada laga pertama semifi nal Piala AFF, kemarin. Mereka harus puas bermain imbang 0-0 pada Sabtu (6/12) malam lalu.

Dukungan penonton yang memadati Stadion Rizal Memorial, Manila, juga tidak mampu memompa semangat bermain the Azkals, julukan timnas Filipina. Padahal Thailand hanya bermain dengan 10 pemain sejak pertengahan babak kedua.

Meski begitu, pelatih Filipina Thomas Dooley tetap optimistis dengan peluang timnya untuk maju ke final. Dia bahkan sangat yakin skuatnya bakal membekuk tim ‘Gajah Putih’ pada leg kedua di Stadion Rajamangala, Bangkok, 10 Desember nanti.
“Jika kami bisa menahan mereka pada 15-20 menit pertama, saya pikir kami bisa memiliki kesempatan yang bagus,” kata Dooley.
“Mereka akan mencoba dan melakukan apa saja untuk mengalahkan kami di kandang dan kami harus siap. Saya melihat semangat dalam diri pemain pada dua hari terakhir,” tambah pelatih asal Amerika Serikat itu.

Dooley juga mengaku sudah mengetahui kelemahan lawan, dan itu akan dia manfaatkan pada laga kedua nanti. “Transisi mereka dari bertahan ke menyerang sangat cepat. Mereka menekan dengan banyak pemain di depan, tapi itu memberikan kami ruang untuk melakukan serangan balik. Secepatnya kami mendapatkan bola, kami akan mencoba dan bermain cepat ke depan,” tandasnya.

Sebaliknya, pelatih Thailand Kiatisuk Senamuang menyebut timnya masih harus banyak belajar jika ingin mengalahkan Filipina pada laga kedua nanti. Menurut dia, Filipina kini berbeda dengan lima atau enam tahun lalu yang bisa dengan mudah dikalahkan.
“Filipina kini adalah tim yang sangat kuat.

Adapun tim saya masih muda. Mereka masih harus belajar banyak, terutama bagaimana saat harus bermain dengan 10 orang,” tegasnya.
“Ini sepak bola. Tentu saja kita tidak bisa berharap untuk selalu menang ,” tukasnya Sementara itu dalam pertandingan tadi malam tuan rumah Malaysia harus mengakui keunggulan Vietnam 1-2 di Kuala Lumpur. (AFP/ Mag/R-4) Media Indonesia, 08/12/2014, halaman 28
Continue Reading

MEKSIKO Identifikasi Satu dari 43 Mahasiswa yang Hilang Tersingkap

TIM forensik telah mengidentifi kasi satu dari 43 mahasiswa Meksiko yang hilang sejak September lalu, yakni atas nama Alexander Mora.

Keluarga Mora telah menerima kabar itu dari tim forensik independen asal Argentina yang diminta para keluarga untuk meneliti DNA. Penelitian dilakukan di universitas kedokteran di Austria.

Bulan lalu, geng narkoba yang dibekingi polisi mengaku telah membunuh dan membakar jenazah 43 mahasiswa akademi keguruan yang hilang di Negara Bagian Guerrero. Otoritas mengirimkan sisa-sisa tulang yang ditemukan sesuai pengakuan itu ke Austria.

“Salah satu bagian tulang itu memang bagian salah satu mahasiswa,” kata pejabat federal dalam kondisi anonim.

Jika benar 43 mahasiswa itu terbukti tewas, insiden itu menjadi pembunuhan massal paling besar sepanjang perang narkoba di Meksiko yang sejak 2006 telah menewaskan 80 ribu orang dan membuat 22 ribu lainnya tanpa jejak.

Identifikasi Mora juga dikonfi rmasi juru bicara ke luarga para mahasiswa, Felipe de la Cruz. Dia memastikan, “Kami akan terus mencari 42 anak kami!“ Para orangtua menuntut pemerintah terus mencari anak-anak mereka, sekaligus menuntut mundur Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto. (AFP/I-1) Media Indonesia, 08/12/2014, halaman 21
Continue Reading

188 Orang Dijatuhi Hukuman Mati

PENGADILAN Mesir, Selasa (2/12), menjatuhkan hukuman mati terhadap 188 orang dalam kasus serangan pada 14 Agustus 2013 di Kerdassa, kota kecil di pinggiran Kairo. Para terdakwa dianggap terbukti bersalah dalam serangan yang menewaskan 13 polisi itu.

Vonis baru akan dibacakan pada 24 Januari mendatang karena vonis hukuman mati di Mesir harus disetujui mufti, yakni otoritas religius muslim tertinggi di `Negeri Piramida' tersebut.

Serangan tahun lalu itu berlangsung berbarengan dengan insiden kekerasan yang terjadi saat pasukan keamanan membubarkan secara paksa dua kamp pro-Muhammad Mursi, mantan presiden Mesir dari kelompok Ikhwanul Muslimin.Dari insiden itu, kerusuhan berlanjut hingga menewaskan setidaknya 700 orang.

Sejak Mursi dilengserkan militer pada tahun lalu, setidaknya 1.400 pendukungnya terbunuh dalam berbagai insiden dan ratusan lainnya divonis hukuman mati lewat proses pengadilan singkat.

Sementara itu, kantor kejaksaan publik menyatakan akan mengajukan banding terhadap keputusan pengadilan yang pada Sabtu (29/11) membebaskan Hosni Mubarak, presiden Mesir yang berkuasa pada 1981-2011, dari tuntutan pembunuhan dan korupsi. (AFP/ AP/Wey/I-2) Media Indonesia, 04/12/2014, halaman 21
Continue Reading