Kamis, 27 November 2014

Korsel-RI Kerja Sama Bangun E-Government

DUTA Besar Korea Selatan untuk Indonesia Cho Tai-young mengatakan akan berbagi pengetahuan soal sistem e-government guna meningkatkan kinerja pemerintah Indonesia.

Menurut dia, sistem elektronik yang diadopsi Presiden Joko Widodo itu akan membuat pemerintahan berjalan lebih efektif dan transparan.

“Konsep ini sejalan dengan agenda Presiden Jokowi,“ kata Tai-young saat membuka forum kerja sama kedua pemerintah bertajuk Strategi Cerdas untuk Pemerintah Lebih Baik, di Jakarta, kemarin.

Kolombia : Gencatan Senjata Harga Mati

Saat nasib Jenderal Ruben Dario Alzate masih belum jelas, sekitar 200 orang berunjuk rasa di Bogota, ibu kota Kolombia, kemarin. Mereka mendukung perundingan damai antara pemerintah dan kelompok pemberontak FARC yang menyekap Alzate dan empat rekannya.

Tak hanya itu, para demonstran juga mendesak pemerintah Kolombia memberlakukan gencatan senjata. Pasalnya, keinginan gencatan telah dilontarkan kelompok FARC sebagai syarat dari pembicaraan damai. “Hentikan peperangan, buka proses damai!“ teriak massa.

Selama ini, Presiden Juan Manuel Santos dan jajaran militer siap berunding dengan kelompok pemberontak FARC.Namun, pemerintah tetap menolak memenuhi keinginan kelompok pemberontak berideologi sosialis yang meminta pemberlakuan gencatan senjata itu.

Rabu, 26 November 2014

Kebijakan Pemberian Suaka Diperketat

PEMERINTAH Australia mempertahankan keputusan moratorium pemberian suaka ke negaranya melalui Indonesia.Kebijakan itu diprediksi akan menelantarkan ribuan pengungsi asal Timur Tengah di Indonesia yang hendak menyeberang ke `Negeri Kanguru' tersebut.

Pada Selasa (18/11) malam, Canberra mengumumkan bahwa para pencari suaka yang terdaftar di badan pengungsi PBB (UNHCR) di Indonesia setelah 1 Juli 2014 tidak akan diberikan izin menetap di Australia. Adapun bagi pengungsi yang tercatat sebelum tanggal itu akan tetap diperbolehkan tinggal di Australia, tapi dengan alokasi yang berkurang.