Menyajikan Berita dan Info Luar Negeri

Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Dan tentunya kita wajib mengelolanya untuk kepentingan rakyat Indonesia. Selengkapnya...

BRASIL Penjara Rusuh, Dua Tewas

SEORANG petugas polisi dan seorang narapidana tewas serta 29 tahanan lainnya terluka, Senin (19/1), dalam kerusuhan yang terjadi di sebuah penjara Brasil yang penuh dan sesak.

Pihak berwenang mengatakan kekerasan meletus di penjara Recife dan telah dapat dikendalikan polisi.

Salah seorang petugas meninggal akibat luka tembak, tetapi rincian seputar kematian narapidana tidak dirilis.

Jumlah korban yang meninggal dan cedera dalam kerusuh an penjara itu telah dibenarkan sekretaris keamanan publik untuk Negara Bagian Pernambuco. Saat itu, terdengar tembakan dan ledakan dari dalam penjara. Portal berita G1 Globo menunjukkan gambar helikopter yang membawa petugas bersenjata terbang rendah di atas kompleks penjara.

Penjara Brasil telah menghadapi serangkaian kerusuhan dalam beberapa bulan ter akhir. Sekitar 563 ribu nara pidana menghuni penja ra-penjara di seluruh Brasil.

Dengan angka itu, menurut Amnesti Internasional, jumlah narapidana di ‘Negeri Samba’ menempati posisi keempat setelah Amerika Serikat (AS), Tiongkok, dan Rusia.

Lembaga HAM Conectas menyatakan Brasil perlu menambah lagi sedikitnya 200 ribu ruangan tahanan. (AFP/ Hym/I-3). Media Indonesia, 21 Januari 2015, Halaman 9
Continue Reading

NEW YORK, AS Afrika Diminta Bersatu Lawan Boko Haram

DEWAN Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Senin (19/1) waktu setempat, mendesak negara-negara Afrika Tengah untuk meningkatkan upaya penggalangan kekuatan multinasional untuk menggempur kelompok militan Boko Haram.

Kelompok yang dipimpin Abu Bakar Shekau itu menebar ancaman dengan me lancarkan serangkaian serangan di wilayah Nigeria, membakar permukiman penduduk, dan membunuh warga sipil di Kota Baga, Negara Bagian Borno.

Aksi mereka menyebabkan ribuan penduduk di sana lari menyelamatkan diri ke Chad, Kamerun, dan negara tetangga lainnya.

Dewan Keamanan PBB mengeluarkan 13 poin pernyataan yang mengutuk keras serangan Boko Haram, khususnya terkait serangan yang melibatkan anak-anak sebagai pelaku bom bunuh diri. Selain itu, PBB mendesak penghentian kekerasan.

Dalam pertemuan penting di Niger yang dihadiri para pemimpin kawasan, sebanyak 15 anggota Dewan Keamanan PBB mendesak negara-negara tetangga Ni geria untuk mengerahkan pasukan multinasional guna menggempur Boko Ha ram. Chad, bersama dengan Kamerun, Niger, Nigeria, dan Benin, ditetapkan sebagai pihak yang harus memberikan kontribusi pa sukan yang lebih besar. (AFP/Hym/I-3)
Media Indonesia, 21 Januari 2015, Halaman 9
Continue Reading

Maskapai Harus Tegas Hadapi Penumpang

KEMENTERIAN Trans portasi Korsel menyebut Cho telah melanggar aturan keselamatan penerbangan saat berteriak dan memarahi Kepala Kabin Park Chang-jin, pada 5 Desember 2014. Jaksa akan memfokuskan investigasi, apakah Cho memaksa Park dan seorang pramugari keluar kabin, memerintahkan pilot memutar balik pesawat, dan menggunakan kekerasan. (Metrotvnews.com/17-12-2014).

Itu merupakan kutipan berita terkait dengan pener bangan di Korea Selatan. Betapa ketegasan aturan yang mereka lakukan tidak memandang siapa yang melakukan pelanggaran. Padahal, maskapai tersebut merupakan flag carrier yang mungkin bisa saja menutupi masalah itu.

Hal berbeda justru kerap terjadi di negeri kita, yaitu perilaku penumpang seperti menganut paham pax can do no wrong. Apa pun bisa mereka lakukan dan kesalahan (selalu) terletak di pundak awak kabin. Memang situasinya tidak seperti di Korea Se latan, tetapi perilaku penumpang di negeri kita kadang kelewat batas dan sungguh tidak patut.

Penumpang memaki awak kabin, kalau dianggap tidak sesuai dengan keinginan mereka, dan itu sepertinya sebuah kebahagiaan. Padahal, setahu saya, awak kabin bukanlah pembantu selayaknya asisten rumah tangga. Sebab, untuk menjadi awak kabin harus melalui pendidikan dan memiliki kualifikasi tertentu.

Seandainya ada aturan yang tegas seperti di Korea Selatan, mungkin dunia penerbangan kita akan lebih nyaman. Saling menghargai dan menghormati sebetulnya tidak sulit, asalkan dilandasi dengan etika.

Rasanya saya juga ingin menegur penumpang yang bersikap seolah dirinya berkuasa.Mungkin sudah saatnya awak kabin lebih galak kalau ada penumpang bersikap seperti itu.Bahkan, maskapai harus lebih tegas terhadap kondisi demikian demi kenyamanan bersama.Deni Adrianto Jakarta
Media Indonesia, 21 Januari 2015, Halaman 7

Continue Reading

RAQQA, SURIAH AS Siap Selamatkan Pilot Yordania

Penangkapan itu berpotensi menjadikan sang pilot sebagai sandera kelompok Islamic State, sekaligus skenario buruk bagi Yordania.

MILISI Islamic State menangkap seorang pilot Yordania, Letnan Mu’ath Safi al-Kaseasbeh, setelah pesawatnya jatuh da lam aksi serangan udara di wilayah utara Kota Raqqa, Suriah, yang dikuasai Islamic State, Rabu (24/12).
Penangkapan anggota mili ter asing oleh kelompok eks tremis Islamic State itu pertama kali terjadi sejak pasu kan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) memerangi Islamic State.

Foto-foto penangkapan Kaseasbeh di sebuah danau dirilis Islamic State. Kaseasbeh tampak tidak mengenakan celana dan hanya memakai kaus putih dengan dikawal sejumlah milisi yang sebagian bertopeng. Kanopi pesawat F-16 yang dipiloti Kaseasbeh juga dipamerkan di sebuah la pangan di Kota Raqqa yang diklaim Islamic State sebagai ibu kota negara mereka.

Penangkapan itu memperlihatkan risiko yang dihadapi para pilot jet tempur AS dan sekutunya, yakni negara Arab dan Eropa, dalam serangan udara ke basis Islamic State.

Penangkapan tersebut berpotensi menjadikan sang pilot sebagai sandera milisi Islamic State. Penangkapan itu sekaligus menjadi skenario buruk bagi Yordania. Pasalnya pemerintah Yordania telah berjanji untuk melanjutkan serangan udara bersama AS dalam memerangi gerakan Islamic State di wilayah Suriah dan Irak.

Adapun milisi Islamic State mengklaim telah menembak jatuh jet tempur yang dipiloti Kaseasbeh. Namun, pihak militer AS menyangkal jet tempur Yordania itu jatuh saat melancarkan serangan udara karena ditembak.

“Bukti sangat jelas menun jukkan bahwa ISIL (Islamic Sta te/IS) tidak menembak ja tuh pesawat sebagaimana diklaim organisasi teroris terse but,” jelas Komando Pusat Pasukan Koalisi yang dipimpin militer AS.
Jenderal Llyod J Austin III, petinggi militer AS yang memimpin operasi militer pasukan koalisi di Irak dan Suriah, mengecam penangkapan pilot Yordania tersebut.

“Kami akan mendukung berbagai upaya untuk meyakinkan perlindungan keaman an dia (Kaseasbeh) dan tidak akan menolerasi upaya-upaya IS untuk menyalahgunakan atau mengeksploitasi jatuhnya pesawat yang nahas demi tujuan-tujuan mereka,” jelas Austin.
Seorang pejabat militer koa lisi yang enggan disebut identitasnya menjelaskan bah wa pilot Kaseasbeh yang membawa jet tempur F-16 itu melontarkan diri sebelum pesawatnya jatuh ke tanah.

Adapun Menteri Informasi Yordania Mohammad Momani telah memastikan pesawat tempur Yordania ditembak jatuh. “Harapan kami, pesawat jatuh karena korsleting sejak dari darat. Namun masih sulit untuk memastikan hal itu dengan sedikit informasi yang kami miliki,” papar Momani.

Di sisi lain, kelompok Islamic State diketahui memiliki persenjataan antipesawat buatan Rusia, Igla. Senjata yang ditembakkan dengan dipanggul itu telah digunakan militer Suriah dan Irak sejak Perang Teluk pada 1991. Senjata antiudara itu juga pernah digunakan militer Irak yang berhasil menjatuhkan jet Tornado milik Inggris. (AP/Drd/I-1) Media Indonesia, 26/12/2014 halaman 21
Continue Reading

Serangan Separatis Tewaskan 72 Warga

Kelompok pemberontak Bodo beraksi di Assam hanya dua hari menjelang Hari Natal, menewaskan 72 orang termasuk perempuan dan anak-anak. Polisi menuding serangan itu dilakoni NDFB. Kelompok yang telah dilarang beroperasi itu sejak lama melancarkan serangan kekerasan untuk menuntut wilayah merdeka bagi komunitas Bodo.

LEBIH dari 2.000 warga meng ungsi di Negara Bagian As sam, India timur laut, setelah kelompok pemberontak separatis Front Demokrasi Nasional Tanah Bodo (National Democratic Front of Bodoland, NDFB) melancar kan serangan pada Selasa (23/12).“Lebih dari 2.000 warga desa meng ungsi di kamp bantuan. Orangorang dalam keadaan ketakutan dan khawatir kekerasan bergejolak kembali,“ kata pejabat urusan kese jahteraan negara.

Kemarin, ratusan korban di Sonit pur, distrik yang paling parah ter dampak serangan pemberontak, masih mengungsi di sebuah gereja lokal dan sekolah. Seorang warga di salah satu kamp mengaku te lah meninggalkan semua barang berharganya. “Saya ingin kembali untuk mengambil barang-barang berharga saya. Tapi, saya takut jika saya kembali ke desa mereka akan datang lagi,“ ucapnya kepada jaringan berita NDTV.

Serangkaian serangan terkoordinasi yang dilancarkan kelompok pemberontak bersenjata dimulai Selasa (23/12). Dari 72 korban yang tewas, otoritas mencatat 18 di antaranya anak-anak. Lalu pada Rabu (24/12), tiga orang tewas ketika polisi menembak para warga desa yang mendatangi kantor po lisi untuk menuntut keadilan atas serangan berdarah itu.

Negara Bagian Assam yang terkenal akan perkebunan tehnya dilanda masalah sengketa tanah yang beru jung pada kekerasan antara penduduk asli Bodo, pemukim muslim, dan beberapa suku lain, termasuk ke lompok Adivasi, di wilayah tersebut. Nenek moyang kelompok Adivasi bermigrasi ke Assam lebih dari 100 tahun yang lalu dan sebagian besar bekerja di perkebunan teh.

Kepolisian menuding serangan terhadap suku Adivasi itu dilakoni NDFB. Kelompok yang telah dilarang beroperasi itu sejak lama melan carkan kekerasan untuk menuntut negara merdeka bagi komunitas Bodo.Polisi mengatakan pembicaraan baru-baru ini yang diprakarsai pemerintah pusat dengan salah satu faksi NDFB mungkin telah memicu serangan.

Sejumlah faksi garis keras lain dalam tubuh NDFB ditengarai tidak senang dengan perundingan tersebut.Tidak becus Sejak lama, kelompok-kelompok pegiat hak asasi manusia (HAM) menuduh pemerintah India tidak becus dan tidak berbuat cukup dalam mengatasi kekerasan yang membelit negara bagian di timur laut yang terpencil itu. Assam dikenal sebagai wilayah permukiman masyarakat terpinggirkan sehingga kekerasan mudah meletup, bak api dalam sekam.

Menurut data sensus 2011, mayoritas populasi Assam atau dua per tiganya menganut Hindu (17,2 juta), Islam (8,2 juta), dan Kristen (986 ribu).Sisanya menganut kepercayaan Sikh, Buddha, Jain, dan kepercayaan tradisional setempat.

Menteri Dalam Negeri Rajnath Singh menampik tudingan bahwa pemerintah tidak becus menangani masalah di Assam. Pemerintah, kata dia, akan menindak keras semua pelaku pembantaian terbaru itu, yang di sebutnya sebagai `aksi teror'.

“Kami memiliki kebijakan nontoleran pada terorisme. Mereka yang melakukan pembantaian tersebut akan menghadapi perlakuan keras yang sama seperti tindakan teroris,“ kata Singh kepada wartawan di Guwahati, kota terbesar di Assam.

Otoritas mengerahkan 5.000 pasukan paramiliter tambahan ke lokasi yang bergolak di Assam untuk menangkal kekerasan agar tidak meluas. Ketika ditanya kapan operasi menumpas NDFB dilancarkan, Singh menjawab, “Operasi sudah pasti akan dilaksanakan, tapi saya tidak bisa memastikan waktunya.“ (AFP/Times of India/AP/I-1) Media Indonesia, 26/12/2014 halaman 20
Continue Reading